Maskot badut restoran McDonald's
(Reuters)
VIVAnews - Restoran McDonald's dan pemilik waralabanya harus
membayar gugatan sebesar US
$700.000 atau sekitar Rp6,7 miliar
kepada beberapa komunitas Muslim
di Detroit, Amerika Serikat.
Perusahaan makanan cepat saji ini dinilai membohongi umat Muslim
dengan memasang label halal pada
makanan, padahal tidak. Diberitakan Fox News, Senin 21
Januari 2013, McD dan pemilik
waralabanya, Finley's Management
Co, setuju membayar "uang damai"
tersebut kepada warga Dearbon
Heights yang pertama kali menggugat, Ahmed Ahmed, klinik
kesehatan Huda dan Museum
Nasional Arab Amerika di Dearbon,
dan pengacara yang menangani
kasus ini. Gugatan dilayangkan Ahmed setelah
dia membeli sandwich isi daging
ayam di salah satu rantai McD di
Dearborn. Namun dia mengaku
daging ayam itu tidak halal, tidak
sesuai dengan label yang tertera. Maksudnya, daging ayam itu
disembelih dengan cara yang tidak
sesuai dengan syariat Islam, yaitu
dengan mengucapkan nama Allah.
McDonald's Dearbon adalah satu dari
dua cabang waralaba ini yang menyajikan ayam berlabel halal. Hal
ini karena Dearbon adalah salah satu
wilayah dengan populasi Muslim
terbesar di AS, sekitar 150.000
orang. Sulit dibuktikan apakah ayam itu
halal atau tidak. Namun pengacara
Ahmed, Kassem Dakhlallah,
bersikeras mengatakan bahwa
cabang McDonald di Dearbon telah
kehabisan produk halal yang akhirnya menyajikan menu non-
halal. Beberapa orang saksi dari
restoran dan distributor
mengakuinya. Pihak McD dan Finley membantah
tuduhan tersebut dan mengatakan
mereka menyajikan ayam yang halal.
Namun restoran ini tidak ingin
memperpanjang kasusnya dan
bersedia memberikan ganti rugi. Menurut gugatan, McDonald's harus
membayarkan ganti rugi ke setiap
orang yang memesan menu itu
antara September 2005 hingga
Jumat lalu. Namun ini mustahil.
Akhirnya, kedua pihak setuju memberikannya kepada komunitas
Muslim melalui beberapa lembaga. Ini bukan kali pertama McDonald's
bermasalah dengan keyakinan umat
beragama. Sebelumnya tahun 2002,
McD sepakat mendonasikan US$10
juta pada komunitas Hindu di
Amerika Serikat sebagai penyelesaian kasus salah label. McD pada kasus itu melabeli kentang
goreng dan kentang tumbuk
sebagai makanan vegetarian. Namun
setelah ditelusuri, penyajian menu ini
menggunakan minyak sayur yang
mengandung ekstrak sapi untuk perasa. Sapi dianggap hewan suci
bagi umat Hindu dan dilarang
dimakan. (adi) Sumber : http://
dunia.news.viva.co.id/news/
read/384513-bohongi-menu-halal--
mcdonald-s-as-digugat-rp6-7-miliar
kami beralamtkan di jl.kramat pulo dalam II Gg.XV RT.015 RW.004 kel.ramat kec.senen kota jakarta no.d39 10450 hubungi kami : TLP : 083807074311 PIN : 51bb212c
Kamis, 24 Januari 2013
Rabu, 23 Januari 2013
PLEKTRUM ATAU PICK
Plektrum adalah sepotong kecil material keras yang
umumnya dipegang dengan
jempol dan telunjuk dan
digunakan untuk memetik
dan membunyikan senar.
Plektrum secara umum lebih sering digunakan untuk
permainan gitar elektrik.
Walaupun bahan utama
pembuat plektrum adalah plastik, terdapat pula plektrum dari bahan lain,
seperti tulang, kayu, logam, ataupun tempurung kura- kura. Tempurung kura-kura adalah bahan yang paling
sering digunakan pada era
awal pembuatan plektrum.
Tetapi seiring dengan kura-
kura yang terancam punah dan menjadi hewan
dilindungi, tempurung kura-
kura tidak lagi digunakan
sebagai bahan pembuat
plektrum. Bentuk dan ukuran
plektrum sangatlah
beragam. Ukuran plektrum
bervariasi mulai dari
plektrum kecil untuk jazz
hingga plektrum besar untuk bass. Ketebalan
plektrum juga memengaruhi
penggunaannya. Plektrum
yang lebih tipis (antara 0,2
sampai 0,5 mm) biasanya
digunakan untuk permainan rhythm,
sedangkan plektrum yang
lebih tebal (antara 0,7
hingga 1,5+ mm) biasanya
digunakan untuk
permainan melodi. Suara gitar khas ala Billy
Gibbons disebut-sebut
dikarenakan ia
menggunakan koin Amerika atau koin Meksiko sebagai plektrum. Hal
serupa terjadi pada Brian May yang menggunakan koin Inggris sebagai
plektrum. Lain halnya
dengan David Persons yang
dikenal menggunakan
plektrum dari kartu kredit
usang yang dipotong dengan ukuran yang tepat.
umumnya dipegang dengan
jempol dan telunjuk dan
digunakan untuk memetik
dan membunyikan senar.
Plektrum secara umum lebih sering digunakan untuk
permainan gitar elektrik.
Walaupun bahan utama
pembuat plektrum adalah plastik, terdapat pula plektrum dari bahan lain,
seperti tulang, kayu, logam, ataupun tempurung kura- kura. Tempurung kura-kura adalah bahan yang paling
sering digunakan pada era
awal pembuatan plektrum.
Tetapi seiring dengan kura-
kura yang terancam punah dan menjadi hewan
dilindungi, tempurung kura-
kura tidak lagi digunakan
sebagai bahan pembuat
plektrum. Bentuk dan ukuran
plektrum sangatlah
beragam. Ukuran plektrum
bervariasi mulai dari
plektrum kecil untuk jazz
hingga plektrum besar untuk bass. Ketebalan
plektrum juga memengaruhi
penggunaannya. Plektrum
yang lebih tipis (antara 0,2
sampai 0,5 mm) biasanya
digunakan untuk permainan rhythm,
sedangkan plektrum yang
lebih tebal (antara 0,7
hingga 1,5+ mm) biasanya
digunakan untuk
permainan melodi. Suara gitar khas ala Billy
Gibbons disebut-sebut
dikarenakan ia
menggunakan koin Amerika atau koin Meksiko sebagai plektrum. Hal
serupa terjadi pada Brian May yang menggunakan koin Inggris sebagai
plektrum. Lain halnya
dengan David Persons yang
dikenal menggunakan
plektrum dari kartu kredit
usang yang dipotong dengan ukuran yang tepat.
SEJARAH GITAR ATAU GUITAR
Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara
dipetik, umumnya
menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh
pokok dengan bagian leher
yang padat sebagai tempat
senar yang umumnya
berjumlah enam
didempetkan. Gitar secara tradisional dibentuk dari
berbagai jenis kayu dengan
senar yang terbuat dari
nilon maupun baja.
Beberapa gitar modern
dibuat dari material polikarbonat. Secara umum, gitar terbagi atas 2 jenis:
akustik dan elektrik. Gitar akustik, dengan bagian badannya yang berlubang
(hollow body), telah
digunakan selama ribuan
tahun. Terdapat tiga jenis
utama gitar akustik modern:
gitar akustik senar-nilon, gitar akustik senar-baja, dan
gitar archtop. Gitar klasik
umumnya dimainkan
sebagai instrumen solo
menggunakan teknik
fingerpicking komprehensif. Gitar elektrik, diperkenalkan pada tahun 1930an,
bergantung pada penguat yang secara elektronik
mampu memanipulasi bunyi
gitar. Pada permulaan
penggunaannya, gitar
elektrik menggunakan
badan berlubang (hollow body), namun kemudian
penggunaan badan padat
(solid body) dirasa lebih
sesuai. Gitar elektrik terkenal
luas sebagai instrumen
utama pada berbagai genre musik seperti blues, country, reggae, jazz, metal, rock, dan berbagai bentuk musik pop. Sejarah Kata 'gitar' atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil dari nama
alat musik petik kuno di
wilayah Persia pada kira-
kira tahun 1500 SM yang
dikenal sebagai citar atau
sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang
menjadi berbagai macam
model gitar kuno yang
dikenal dengan istilah
umum tanbur. Pada tahun
300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa
Yunani dan enam abad
kemudian oleh bangsa
Romawi (Bellow,
1970:54-55). Pada tahun
476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke
Spanyol dan bertransformasi
menjadi: (1) guitarra Morisca
yang berfungsi sebagai
pembawa melodi, dan (2)
Guitarra Latina untuk memainkan akor. Tiga abad
kemudian bangsa Arab
membawa semacam gitar
gambus dengan sebutan al
ud ke Spanyol (Summerfield,
1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan
kedua model gitar dari
Romawi tersebut, bangsa
Spanyol kemudian membuat
alat musiknya sendiri yang
disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi
populer di Spanyol
sementara alat-alat musik
pendahulunya sedikit demi
sedikit ditinggalkan.
Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-
negara Eropa Barat dan
menyaingi popularitas
vihuela di Spanyol. Di Eropa
al ud disambut dengan baik
dan berkembang menjadi berbagai model lute Eropa
hingga kira-kira akhir abad
ke-17. Sementara itu vihuela
berkembang terus menjadi
berbagai macam gitar
selama berabad-abad hingga akhirnya menjadi
gitar klasik yang digunakan
pada saat ini. Keaslian gitar tidak dapat
dilihat dari keantikannya.
Beberapa ahli merasa alat ini berasal dari benua Afrika , dimana banyak replika modern dalam bentuk kotak bulat seperti kulit kerang dengan Gut / benang
benang sutera, di banyak
daerah benua itu. Ahli lain
menemukan alat ini dalam
bentuk kaca di relief relief
batu tua di zaman Asia Tengah dan Asia Kuno. Bahan pemikiran lain juga
timbul dengan
ditemukannya vas vas Yunani Kuno yang bercorak. Greek Strings mungkin
adalah alat pertama yang
dikatagorikan sebagai gitar.
Gitar modern kemungkinan
berakar dari gitar Spanyol,
tetapi berbagai jenis gitar seperti instrumen instrumen
yang kita bisa saksikan
dilukisan lukisan pada
zaman Medieval dan
Renaiassance yang banyak terdapat diseluruh Eropa
dipetik, umumnya
menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh
pokok dengan bagian leher
yang padat sebagai tempat
senar yang umumnya
berjumlah enam
didempetkan. Gitar secara tradisional dibentuk dari
berbagai jenis kayu dengan
senar yang terbuat dari
nilon maupun baja.
Beberapa gitar modern
dibuat dari material polikarbonat. Secara umum, gitar terbagi atas 2 jenis:
akustik dan elektrik. Gitar akustik, dengan bagian badannya yang berlubang
(hollow body), telah
digunakan selama ribuan
tahun. Terdapat tiga jenis
utama gitar akustik modern:
gitar akustik senar-nilon, gitar akustik senar-baja, dan
gitar archtop. Gitar klasik
umumnya dimainkan
sebagai instrumen solo
menggunakan teknik
fingerpicking komprehensif. Gitar elektrik, diperkenalkan pada tahun 1930an,
bergantung pada penguat yang secara elektronik
mampu memanipulasi bunyi
gitar. Pada permulaan
penggunaannya, gitar
elektrik menggunakan
badan berlubang (hollow body), namun kemudian
penggunaan badan padat
(solid body) dirasa lebih
sesuai. Gitar elektrik terkenal
luas sebagai instrumen
utama pada berbagai genre musik seperti blues, country, reggae, jazz, metal, rock, dan berbagai bentuk musik pop. Sejarah Kata 'gitar' atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil dari nama
alat musik petik kuno di
wilayah Persia pada kira-
kira tahun 1500 SM yang
dikenal sebagai citar atau
sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang
menjadi berbagai macam
model gitar kuno yang
dikenal dengan istilah
umum tanbur. Pada tahun
300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa
Yunani dan enam abad
kemudian oleh bangsa
Romawi (Bellow,
1970:54-55). Pada tahun
476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke
Spanyol dan bertransformasi
menjadi: (1) guitarra Morisca
yang berfungsi sebagai
pembawa melodi, dan (2)
Guitarra Latina untuk memainkan akor. Tiga abad
kemudian bangsa Arab
membawa semacam gitar
gambus dengan sebutan al
ud ke Spanyol (Summerfield,
1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan
kedua model gitar dari
Romawi tersebut, bangsa
Spanyol kemudian membuat
alat musiknya sendiri yang
disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi
populer di Spanyol
sementara alat-alat musik
pendahulunya sedikit demi
sedikit ditinggalkan.
Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-
negara Eropa Barat dan
menyaingi popularitas
vihuela di Spanyol. Di Eropa
al ud disambut dengan baik
dan berkembang menjadi berbagai model lute Eropa
hingga kira-kira akhir abad
ke-17. Sementara itu vihuela
berkembang terus menjadi
berbagai macam gitar
selama berabad-abad hingga akhirnya menjadi
gitar klasik yang digunakan
pada saat ini. Keaslian gitar tidak dapat
dilihat dari keantikannya.
Beberapa ahli merasa alat ini berasal dari benua Afrika , dimana banyak replika modern dalam bentuk kotak bulat seperti kulit kerang dengan Gut / benang
benang sutera, di banyak
daerah benua itu. Ahli lain
menemukan alat ini dalam
bentuk kaca di relief relief
batu tua di zaman Asia Tengah dan Asia Kuno. Bahan pemikiran lain juga
timbul dengan
ditemukannya vas vas Yunani Kuno yang bercorak. Greek Strings mungkin
adalah alat pertama yang
dikatagorikan sebagai gitar.
Gitar modern kemungkinan
berakar dari gitar Spanyol,
tetapi berbagai jenis gitar seperti instrumen instrumen
yang kita bisa saksikan
dilukisan lukisan pada
zaman Medieval dan
Renaiassance yang banyak terdapat diseluruh Eropa
Lirik and cord Lyla - takkan ada
G C
tak kan jera
Em
aku meminta mu
D
tuk tetap disini
G C
meski kini
Em
kau pun telah pergi
D
dan meminta aku
C D
tuk melupakanmu
Em D
tapi ku tak mampu
Reff :
G C
aku mohon kepadamu
D G D
kembalilah kepada ku
Em F
karna takkan pernah ada
C D
yang mampu menggantikanmu
G C
tak kan jera
Em
aku meminta mu
D
tuk tetap disini
G C
(karena) dia bukan
Em
orang yang kupilih
D
tuk melupakanmu
G C
tak seindah bersamamu
D
G D
tak sehangat pelukanmu
Em F
yang tak akan pernah bisa
C D
untuk mengganti diri mu
G C
tak kan jera
Em
aku meminta mu
D
tuk tetap disini
tak kan jera
Em
aku meminta mu
D
tuk tetap disini
G C
meski kini
Em
kau pun telah pergi
D
dan meminta aku
C D
tuk melupakanmu
Em D
tapi ku tak mampu
Reff :
G C
aku mohon kepadamu
D G D
kembalilah kepada ku
Em F
karna takkan pernah ada
C D
yang mampu menggantikanmu
G C
tak kan jera
Em
aku meminta mu
D
tuk tetap disini
G C
(karena) dia bukan
Em
orang yang kupilih
D
tuk melupakanmu
G C
tak seindah bersamamu
D
G D
tak sehangat pelukanmu
Em F
yang tak akan pernah bisa
C D
untuk mengganti diri mu
G C
tak kan jera
Em
aku meminta mu
D
tuk tetap disini
Senin, 21 Januari 2013
THE SANWANI - CERITA INDAH
intro : D G Bm A 2X
D G Bm A
cerita indah kita lalui cukup buatku meyakini
D G Bm A
kehadiranmu yang kuimpi hingga akhirnya ku merasa
G A
kau tak lagi seperti harapanku
reff:
D G
bila ku hanya sesaat bagimu
Bm A
jangan biarku terlanjur menyayangimu
D G
bila ku tak mampu pergi darimu
Bm A
karena kau yang buat aku mencintaimu cerita indah
D G
cerita indah kini tlah perlahan
Bm A
berganti resah seiring waktu
D G
semua mimpiku bersamamu
Bm A
ku tak yakin seperti sebelumnya
G A
kau tak lagi seperti harapanku
Minggu, 20 Januari 2013
BIDADARI TERAKHIR : KISAH NYATA HIDUP SEORANG KUPU KUPU MALAM oleh Agnes Davonar pada 7 Agustus 2012 pukul 16:27
CATATAN:
TULISAN INI MENJADI TULISAN TERAKHIR YANG DITINGGALKAN DAN MENJADI KENANGAN BAGI YANG MENCINTAI DAN MENGENANGNYA SEBAGAI BIDADARI TERAKHIR
" Karena sekeras apapun aku berpikir tentangmu-hanya ada satu hal yang bisa kupahami bahwa kaulah hal terindah yang pernah kumiliki dalam hidup ini" agnesdavonar
diangkat dari sebuah kisah nyata cinta seorang pria dengan PSK
(info : penulis diminta sendiri loh sama narasumber, jadi kalau di kaskus ada yang sama kisahnya ya karena sumbernya sama :) tapi untuk kepentingan naskah agar mudah dicerna penulis mengubah sedikit saja , selama membaca...)
Malam itu, seharusnya bukan jadi malam milik gua. Malam yang sesungguhnya bukanlah yang gua harapkan. Adit, temen kecil gua. Entah harus bagaimana gua mengatakan? Tiba-tiba ketika habis pulang dari hang out di kafe, mengarahkan motornya ke sebuah tempat yang mungkin baru dalam hidup gua. Tempat pelacuran, ya.. semua juga tau kalau daerah yang sedang gua injakkan kaki ini adalah daerah protistusi. Gua sempat protes sama Adit, kenapa tiba-tiba ngajak gua ke tempat kayak ginian. Umur gua kan masih 17 tahun dan baru aja dapat ktp resmi seumur-umur hidup gua.
Gua gak bisa ngelarang teman gua untuk menyalurkan apa yang dia inginkan walaupun harus dengan cara seperti ini. yang terbaik buat gua adalah tidak ikut dalam permainan dia. Akhirnya kita berdua memarkirkan motor di sebuah rumah. Banyak cewek-cewek cantik yang berdiri sambil menggoda. Adit masuk, dan gua memutuskan untuk tunggu di luar. Sesekali dia nanya ke gua,
“ yakin loe gak mau coba? Gua bayarin deh!”
“ ogah, gua masih tahan iman, loe aja sana! Jangan pakai lama! Entar kalau digrebek polisi, disangka gua lagi yang mau!”
“ iya-iya, anteng aja loe disana.. “
Dengan wajah cemburut dan tatapan beberapa perempuan gua seperti orang bego yang nunggu diluar sambil megangan helm gua. Adit uda memilih cewek yang harus jadi teman dia malam itu. Gua menunggu di luar dan tiba-tiba salah satu cewek di dalam rumah itu keluar sambil menghisap rokok. Dia ngeliat gua, lalu menawarkan rokok kepada gua.
“ Enggak makasih, gua gak ngerokok “ kata gua menolak dengna harus.
“ Hah, jaman gini masih ada yang gak ngerokok.. aneh..” Tanya cewek itu dan gua hanya senyum-senyum.
Dia duduk disebelah gua, menatap mata gua dengan tajam sambil sesekali membuang asap rokok ke langit-langit atap.
“ Kok nunggu disini, ga ikutan aja sama temen kamu!”
“ Enggak , biarian aja si adit yang pengen,.. Cuma nemenin aja”
“ uda, loe sama gua aja mau? “
Gua memandang cewek disamping gua, sejujurnya dia cewek yang cantik, putih dan idaman gua. Tapi ketika dia menawarkan dirinya ke gua, tiba-tiba gua jadi ilfell. Kenapa cewek secantik ini harus menjadi seorang pelacur, dunia ini memang gak adil.
“ enggak mbak ,makasih”
“ uda maulah, gua kasih diskon.. “ tawar dia lagi.
“ beneran mbak, saya gak mau..” tolak gua dengan halus.
“ apes deh gua, daritadi gak ada yang mau ama gua..”
“ loh mbak kan cantik, kok ga ada yang mau..!”
“ ya nasib lah, namanya juga jualan, kadang laku, kadang kagak, malah gua lagi ada masalah lagi,,.”
Entah mengapa gua jadi merasa ingin tau masalah dia.
“ masalah apa mbak?” Tanya gua
“ umur loe berapa?” Tanya dia ke gua
“ masuk 17 tahun ini,., “
“ yailah, masih brondong, masih belum tau namanya dunia dewasa..” ledek dia.
“ kata siapa.. setiap orang punya masalah, gak mandang gede atau kecil umurnya..”
Dia melihat gua, mungkin dia merasa gua pinter merangkai kata-kata.
“kayanya loe bukan cowok brengsek ya.. beda sama cowok-cowok yang suka kesini Cuma pengen cari cewek buat kesenangan sesaat’
Gua tersenyum manyum dipuji dia.
“ Hehe, ga semua cowok brengsek kok mbak..
“ mungkin aja… hm.. gua lagi butuh duit..” kata dia tiba-tiba.
Dalam hati gua, mungkin ini masalah klasik. Kalau ga butuh duit, buat apa dia kerja sebagai pelacur.
“ Maaf kalau boleh tau, duit buat apa ya?”
“ nasib jadi orang miskin, selalu kena masalah, nyokap gua tiba-tiba ada benjolan di perut, kemarin sempat dibawah ke puskemas, kata dokter sih tumor ringan. Mesti cepat-cepat di operasi kata dokter, tapi ya tau sendiri Negara kita, apa-apa butuh duit. Ujung-ujungnya duit buat operasi. Makanya gua lagi sial, semingguan ini jarang dapat pelanggan. Apes..”
Entah mengapa, gua merasa, ada kejujuran dari apa yang cewek ini ngomongin. Dia gak seperti lagi sandiwara.
“ namanya mbak siapa?”
“ panggil gua Eva aja! Loe?”
“ Gua, Rasya.. “
Tiba-tiba kita terdiam, melihat wajahnya yang tampak sedih sehabis cerita kehidupan dia, gua merasa iba dan menawarkan dia setulus hati.
“ kalau eva emang butuh duit, gua ada, tapi gak banyak, kali-kali aja bisa bantuin nutupin kekurangan.”
Dia ngeliat gua.
“ loe kan masih 17tahun, mau dapat duit dari mana 1,5 juta kekurangang gue..”
“ oo, jadi kurangnya 1,5juta. Tenang aja Va, gua ada kok kalau segitu, tapi kalau sekarang.. gua ga bawa duitnya.. kalau besok gimana?”
Dia tertawa kecil.
“ gua sih uda biasa digombalin sama pelanggan. Tapi kalau digombalin berondong sih baru kali ini..” ledek dia.
“ sumpah gua ga bohong, gini aja, nomor hendphone loe berapa? Nanti besok gua telepon dan kasih duitnya, tapi jangan disini ya.. soalnya gua ga nyaman..”
“ terserah mau dimana, neh nomor gue..” kata dia sambil ngasih kertas dengan angka nomor telepon dia.
" inget loe, gua ini bukan orang baik. "
" gua juga bukan orang baik. tapi juga bukan orang jahat, gua dan loe hanya terlahir di dunia yang keduanya gak bisa kita hindari.."
Tiba-tiba adit selesai, dan dia langsung menuju gua. Sebelum adit ngajak gua pergi, gua pamitan sama eva. Dia tersenyum. Dari wajahnya gua tau, dia pasti berharap banget apa yang gua katakan ke dia itu benar. Walau sebenarnya gua sendiri ga punya duit sebanyak yang dia mau. Duit yang gua punya Cuma ada 900 ribu dan masih kurang 600 ribu buat ngasih ke eva. Akhirnya gua mesti nunggu seminggu hingga terkumpul 1,5 juta. Bermodalkan duit yang sesungguhnya hasil uang jajan gua. Akhirnya gua nelepon dia. Sebelum memastikan apa eva benar-benar sungguh-sungguh atau bohong, gua sempet survey ke psk sekitar tempat kerja eva dan hasilnya positif dia ga bohong makanya gua usahain duit terkumpul cepat.
Eva terkejut ketika gua nelepon dia, gua meminta janjian ketemu sama dia di kafe yang telah gua tentukan. Seumur-umur dalam hidup gua, baru kali ini gua beramal cukup besar untuk orang lain. Gua masukan duit itu dalam tas gua. Mungkin bonyok gua akan marah besar kalau tau duit jajan gua habis untuk dia. Tapi gua cukup beruntung terlahir dari keluarga yang mampu, jadi gua yakin. Bonyok gak akan tega biarin gua hidup tanpa duit sedikitpun andai gua bilang, gua butuh duit.
***
Eva muncul dengan pakaian yang lebih tertutup kebanding pertama kali gua lihat. Kita makan dan sesekali gua jelaskan kenapa gua baru hubungi dia dengan alasan sibuk ujian, padahal sesungguhya sibuk nabung untuk bantu dia. Eva mungkin gak pernah kepikiran kalau gua ngajak dia ketemu untuk bantu keuangan dia, dia lebih berpikir kalau gua ini ketemu dia sebagai seseorang yang membutuhkan dia seperti laki-laki lainnya.
Kita sempat jalan-jalan sebentar sampai akhirnya motor gua membawa dia ke pantai. Kebetulan mal di kota gua selalu dekat dengan pantai. Gua duduk disamping dia. Dia langsung menyodorkan pertanyaan.
“ sebenarnya , loe manggil gua untuk make gua? Atau temenin loe jalan sih?”
“ coba tebak?” Tanya gua.
“ dua-duanya juga ga masalah, gua uda lama gak jalan sama cowok. Terakhir pacaran juga apes. Dari sekian cowok yang nembak gua, Cuma dia yang gua terima. Ujung-ujungnya cowok emang brengsek. Cuma mau tidur sama gue.. makanya sejak sekarang gua mati rasa sama yang namanya cinta.. !”
“ loh kayaknya loe dendam banget ya sama cowok. Maaf loh kalau lancang, Cuma ngerasa gitu”
“ ngapain minta maaf, emang nasib gua kok. Terlahir sebagai cewek hina, miskin, keluarga berantakan. Lonte..” tiba-tiba eva nangis dengan kalimat terakhir itu.
“ loe nangis..” Tanya gua jadi ikut sedih.
“ lonte.. gua uda sering denger kalimat itu dari mulut orang lain buat gua, rasanya nyakitin banget. Asal loe tau , kalau aja dunia ini lebih indah dari yang gua mau. Gua juga gak mau jadi lonte.. siapa sih di dunia ini yang mau jadi pelacur, lonte. Ini karena terpaksa. Masih ada adik sama keluarga yang butuh gua untuk bertahan hidup..”
“ eva.. jangan nangis dong. Tujuan gua kesini, Cuma pengen ngasih ini..” kata gua sambil ngasih duit ke dia.
“ gua emang masih berondong seperti yang loe bilang, tapi gua juga punya hati. Walau hidup gua cukup, tapi gua mengerti perasaan loe.. mungkin Tuhan Cuma lagi kasih ujian buat hidup loe. Kalau pun itu berat saat ini, gua harap bantuan dari gua, bisa bantu meringankan beban loe..”
“ loe.. kenapa sih mau bantu gua.. kan gua ini bukan siapa-siapa loe, bukan temen loe. Bahkan bukan orang yang pantes kenal sama loe..” kata dia sambil menangis.
“ gua juga gak tau. Yang jelas, kita uda ditakdirkan buat jadi orang yang mengenal.. gua senang kok kenal sama loe. Sekarang pakai duit ini buat operasi nyokap loe ya,. Biar cepat sembuh dan loe bisa kerja yang lain.. bukan seperti sekarang..”
Dia terdiam sambil merenung.
“ kalau pun gua gak kerja kayak gini, gua juga uda pasti gak ada yang mau. Palingan laki-laki berengsek yang mau sama gua..”
“ kata siapa gak ada yang mau..”
“ ya kata gua lah.. mana ada sih yang mau sama bekas pelacur!! Bekas lonte…”
“ gua mau..”
Eva terdiam mendengar kalimat gua.
“ umur loe masih muda, belum tau yang namanya cinta. Ya sudah, terima kasih buat bantuan loe. Kelak kalau gua ada duit. Gua akan balikin duit ini.. sekali lagi, terimakasih”
“ sama-sama eva..”
Selang beberapa hari, eva sempat sms dan memberi kabar ke gua kalau nyokapnya sukses dengan operasi dia. Kita jadi rutin saling sms dan telepon hingga akhirnya dia ngundang gua ke rumah dia untuk bertemu nyokap dia. Gua menerima tawaran dia sekaligus ingin tau apakah benar kalau nyokap dia habis dioperasi. Ketika gua sampai kerumah, nyokapnya berlinang air mata ngucapin terima kasih, gua bersyukur ternyata eva jujur apa adanya. Dan yang paling gua senang, dia bilang ke gua, kalau dia lagi cari kerjaan buat hidup sebagai orang bersih.
Saat itu, tanpa sepengetahuan eva. Bokap tirinya tiba-tiba minjem duit ke gua, dia bilang buat bayar utang. Karena gua gak enak nolak, akhirnya gua kasih duit ke bokapnya tanpa sepentahuan eva. Gua juga sering bantuin ngaterin eva untuk cari kerjaan yang baik. Sampai akhinya dia dapat kerjaan sementara. Selama ini, keluarga dia gak tau kalau eva kerja sebagai pelacur, eva berusaha nutupi dan akhirnya lembaran gelap itu terkubur dengan sendirinya.
Tanpa kita sadari, gua dan eva samakin dekat. Setelah pendekatan itu, akhirnya kita menjadi sepasang kekasih. Mungkin cinta itu memang buta ya, baru kali ini gua merasakan cinta yang begitu dalam dari seorang perempuan di usia gua yang masih muda. Ketika dulu gua punya cinta monyet. Gua gak pernah ngerasa sebahagia ini selain bersama eva. Walaupun dia punya masa lalu kelam, cinta berhasil membuat gua menghapus semua pandangan buruk itu. Seminggu setelah jadian, dengang uang jajan yang gua kumpulin, gua membeli cincin yang sama untuk kita pakai sebagai lambang cinta. Buat eva mungkin ini aneh, tapi dia sadar, gua masih berondong dan pasti gaya pacarannya juga kayak sinetron di tv jadi dia maklumin.
Tapi sepanjang waktu kami pacaran, gua merasa eva semakin hari semakin kurus dan tubuhnya jadi lemes gitu, ketika gua Tanya ke dia, dia Cuma bilang kalau dia mungkin kecapean. Tapi sebenarnya ada hal yang gua takutkan dengan kondisi dia. Gua masih ingat, untuk memastikan kalau eva ga bohong pas bilang butuh duit, gua sempat kembali ke tempat pelacuran dia kerja, dan iseng-iseng gua ngobrol sama cewek disana tentang dia.
“ loe siapanya eva?”
“ temen aja mbak, kalau boleh tau, dia kan cantik, kok bisa ga ada pelanggan sih?”
“ nasib mas, eva kena penyakit sifilis( penyakit kelamin). Kayaknya banyak pelanggan yang uda tau dia itu kena penyakit gituan, makanya ga ada yang mau sama dia! Disini kan pesaingan ketat, ada yang bocorin gitu, makanya kasihan dia..”
“ kenapa ga berobat aja dia..?”
“ maunya sih gitu! Tapi nyokapnya kan sakit, jadi dia mati-matian cari duit buat nyokap dia dulu, baru nanti mikirin sembuhin penyakit dia.. “
“ kasihan ya..”
“ iya mas, susah hidup sekarang. Saya yang dulu anterin dia ke dokter aja jadi sedih kalau bayangin hidup dia..”
Dari apa yang teman dia bilang, gua jadi yakin kalau eva jadi kurus ini pasti karena penyakit dia dulu. Walau dia ga pernah mau cerita ke gua, mungkin karena dia takut. Kalau dia penyakitan maka gua akan ninggalin dia. Padahal gua gak pernah peduli dengan sakitnya dia. Sakit eva makin buruk sampai akhirnya dia ga kerja. Gua akhirnya nyamperin ke rumah, dan dia ga bisa bangun karena tiba-tiba tubuhnya jadi kayak lumpuh gitu.
Saat itu juga gua putuskan untuk bawa dia ke rumah sakit, dia sempat menolak.
“ Rasya, rumah sakit itu mahal, orang miskin kayak gua kalau sakit itu ga ada keadilan, jadi biarin aja gua minum obat biasa, nanti juga sembuh”
“ loe itu uda gak bisa bangun. Gak usah pikirin duit. Gua ada tabungan, yang penting sekarang kita ke rumah sakit.”
Dengan penuh kesedihan, akhirnya eva gak bisa nolak kemauan gua. Gua menggendong dia sampai ke rumah sakit, dia dirawat dan dokter mengatakan ke gua dengan berat hati kalau eva sudah kenapa sifilis akut dan seluruh tubuhnya uda terkontiminasi sama sel-sel neurosifilis yang kemungkinan sembuhnya kecil. Dengan penuh air mata gua memohon kepada dokter untuk sembuhin dia. Gua dan nyokap serta adiknya saling bergantian jaga dia. Saat itu lagi ujian akhir kelulusan sekolah, gua harus bertahan dalam dua hal. Konsetrasi ke ujian dan konsetrasi ke eva.
Mungkin kedua cobaan itu berat tapi akhirnya gua berhasil mengerjakan semua ujian yang datang silih berganti bersamaan dengan waktu gua menjaga eva. Eva semakin kritis. Dia gak banyak bicara lagi seperti sebelumnya. Sepertinya dia tau, hidup dia tidak akan lama lagi. Dia nyerahin sebuah diary ke gua. Dimana disana dia bilang hanya boleh dibaca setelah tiba saatnya nanti.
“ jangan dibuka ya sampai nanti kalau gua uda ga bisa bangun lagi..”
“ kok loe ngomong gitu..”
“ Sya, mungkin.. selama ini gua gak pernah jujur tentang panyakit gua, tapi gua Cuma ga mau kalau loe tau gua punya penyakit ini, loe ninggalin gua. Ternyata gua salah, loe benar-benar hadiah paling indah dalam hidup ini yang dikasih Tuhan buat gua. Gua pikir.. Tuhan gak akan pernah ngasih kebahagiaan buat gua karena memang gua ga pantes. Ternyata gua salah, Tuhan itu adil. Dan keadilan itu dia tunjukkan lewat loe..”
“ jangan ngomong gitu eva.. gua yang harusnya bersyukur punya pacar seperti loe dalam hidup gua, loe benar-benar anugrah..loe harus kuat ya, kita sama-sama berjuang untuk kebahagiaan kita..”
Eva hanya menangis mendengar gua bicara begitu. Gua pun menangis. Entah mengapa, gua seperti merasa ini adalah ujung dari akhir kisah kami.
“ sya, gua mau minta tolong satu hal lagi sama loe. .boleh?”
“ ngomong aja eva, kita kan pacaran, terbuka aja..”
“ gua gak punya apa-apa untuk ngasih loe sebagai balasan atas kebaikan loe, tapi gua Cuma punya ini.. bisa loe ambil kalung ini dari leher gua, soalnya.. tangan gua uda gak bisa bergerak lagi..”
“ kenapa bicara begitu.?”
“plz.. ambill” dengan berat hati gua melepas kalung itu dan mengambilnya.
“ disimpan ya.. sama buku harian yang gua tulis itu..”
“ iya eva.. tadi kamu bilang mau minta tolong, kenapa gak dilanjutkan?”
“ kalau gua mati, tolong jangan kubur gua di sini, gua mau dikubur di tanah kelahiran gua.. bisa..”
Mendengar kalimat itu dari mulut dia. Hati gua hancur. Gua gak tau harus bagaiman mengungkapkan kata-kata yang pantas untuk membuat gua bangkit dan percaya kalau dia akan sembuh. Gua hanya bisa menangis dan mengiyakan permintaan dia. Karena ada ujian lagi di besok. Gua pamitan sama dia. Gua mencium kening dia dan dengan berat hati saat itulah gua merasa ini terakhir kalianya gua akan melihat dia.
Dengan penuh tangis, gua pulang dan berharap Tuhan sekali lagi memberikan keadilan untuk hidup dia. Besoknya gua ujian terakhir dan ketika gua ingin jenguk dia, gua melihat sudah banyak orang di kamar dia di rawat. Semua menangis dan disitulah gua tau, eva telah pergi untuk selamanya. Gua hanya bisa tertunduk lesuh dan menangis dalam hati. Berat rasanya harus melepas kebahagiaan sesaat yang ada dalam hidup gua. Permintaan terakhirnya untuk di makamkan di tanah kelahirannya gua lakukan sebagai tanda cinta terindah dalam hidup gua untuk dia.
Kini, gua menyadari bahwa. Hidup itu sesungguhnya tidak pernah memihak kepada siapapun di dunia ini. tapi hidup itu membuat kita hanya bisa memihak kepada satu hal, bertahan untuk hidup dengan segala cara apapun. Eva mungkin telah berjuang hidup dengan ketidakberpihakan hidup tapi ia berhasil membuktikan kepada gua kalau disaat akhir hidupnya, dia benar-benar merasakan keadilan hidup sesungguhnya. Dengan cinta dan kasih sayang murni tanpa air mata penderitaan. dia mampu mengubah dirinya yang dulu adalah makluk hina menjadi seorang bidadari , walaupun itu hanya di hati gua, tapi gua percaya kelak semua orang akan setuju dengan apa yang gua bilang kalau dia adalah bidadari terakhir yang hidup di dunia ini
Saat hanya bisa mengenangnya , hanya buku harian ini yang tersimpan dan membuat hati gua merasa mungkin jalan terbaik dalam hidup kita adalah seperti saat ini. 30-april 2010, itulah hari paling memilukan dalamn hidup gua dimana saat itulah gua memiliki kesempatan untuk membaca
tulisan terakhir eva untuk gua..
To : My Lovely .....
Dear,makasih kamu udah mau jadi pendamping akuselama ini...makasih juga udah mau jadi malaikatpenyelamat untuk ibu aku...Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini,aku yakin kamu pasti kecewa trus tinggalinaku,yakin banget makanya aku ngerahasiainini semua...maaf ya?Dear,Kamu Laki-laki paling baik yang pernah aku temuin,kamu mau terima aku apa adanya..Aku perempuan kotor,miskin,keluarga semrawut,tapi kamu tetep mau deket ma aku Dear,andaikan aku udah gak hidup lagi di duniaini,kamu jangan sedih ya ? masih banyak perempuanyang lebih baik dari aku..kamu orang baik,haruspunya pendamping yang baik juga :')Inget,jangan lagi datang-datang ke tempat kotorgitu.setebal apapun iman kamu,pasti bisaruntuh ama yang namanya perempuan.Dear,walau dunia kita udah beda,aku tetep ada dihati kamu kan?janji?aku akan slalu disampingkamu,aku akan jaga kamu.......Maaf andaislama ini aku&keluarga udah nyusahin kamu :*Goodbye.......
Semoga kamu bahagia disana eva, aku selalu ada untuk kamu walau kita telah berbeda dalam dunia ini. dan percayalah loe adalah bidadari terakhir dalam hidup gua,
tamat
TULISAN DAN KALUNG SERTA CINCIN KENANGAN CINTA EVA DAN RASYA
UNTUK KEPENTINGAN NARASUMBER DAN HAK PRIVACY MAKA NAMA SUMBER DIRAHASIAKAN,
SEMOGA KISAH INI MEMEBERIKAN PELAJARAN UNTUK KITA UNTUK LEBIH MENGHARGAI SETIAP KEHIDUPAN
FOLLOW
me in
@LVNandriankisah ini terdapat dalam novel love and life chocolatos my idiot brother yang telah beredar
kisah tragis bocah 8 tahun cerdas yang di penjara oleh Agnes Davonar pada 14 Januari 2013 pukul 0:57 ·
"" karena setiap kesalahan memiliki alasan walau terkadang itu membuat kita bersedih dan menderita karenanya akan tetapi andai kita bersedia ikhlas niscaya semua luka akan hilang ""
agnes davonar
inilah Indonesia.. hukum seolah tidak pernah berpihak kepada mereka yang orang kecil dan mungkin bersalah karena hal yang tidak seharusnya terpikir. semoga kisah ini membuka cakrawala kita tentang hukum..
arif
Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.
Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.
Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi.Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?
Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut.
Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya. "siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di empat itu.
"Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.
Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.
"Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.
Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.
Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.
Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.
Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!
Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.
Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. Tulisnya singkat. Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan Indonesia!
Oleh Reza Gardino
Langganan:
Postingan (Atom)

